GPK Sulsel

GPK Sulsel Hadirkan Ansor dan Pemuda Muhammadiyah Ngobrol Politik Kepemudaan

Makassar – Dinamika kepemudaan di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), khususnya di Kota Makassar, bergerak semakin cair tanpa sekat dalam bingkai kebhinekaan.

Hal itu terlihat dengan digelarnya acara ngobrol politik (Ngopi) menghadirkan tiga organisasi kepemudaan. Mereka adalah Gerakan Pemuda Ansor Sulsel, Pemuda Muhammadiyah dan Gerakan Pemuda Kakbah (GPK) Sulsel sebagai penggagas kegiatan.

Tiga petinggi organisasi kepemudaan di Sulsel itu, duduk bersama sebagai narasumber membahas tema “pemuda menjawab tantangan umat” di Lakopi, Jalan Letjen Hertasning, Kota Makassar, Minggu (13/2/2022).

Ketua GP Ansor Sulsel Rusdi Idrus mengatakan, meski organisasinya dan Pemuda Muhammadiyah lahir dari induk yang berbeda, tapi keduanya tak bisa dipisahkan dalam konteks pembangunan bangsa.

“Kita memang berbeda – beda tapi jangan dibeda-bedakan karena kita ini sama. Soal kondisi hari ini, pemuda harus lebih menguatkan literasi ilmu pengetahuan. Di Ansor kami dikader menjadi pemuda toleran,” ujar Rusdi Idrus.

Di forum yang sama, Bendahara Umum Pengurus Pusat GPK Nadia Hasna Humaira, mendorong pemuda-pemuda untuk lebih adaptif dan tak henti meng-upgrade dirinya menjadi lebih baik.

“Pemuda harus menjadi diri sendiri dan merubah diri sendiri menjadi lebih baik sebelum merubah yang lainnya,” tutur politisi PPP tersebut yang tak lain putri Bupati Bogor, Ade Yasin.

Selain itu, Ketua Bidang Politik dan Kebangsaan Pemuda Muhammadiyah Sulsel, Ahmad, menegaskan organisasinya bisa menjadi mitra kritis sekaligus strategis dari pemerintah dalam hal pembangunan manusia.

Dia menjelaskan, Pemuda Muhammadiyah secara kelembagaan mendukung setiap program pemerintah yang bertujuan baik untuk masyarakat banyak.

“Pemuda harus kritis tapi tetap mendukung dan mensupport program yang bagus untuk rakyat,” katanya.

Ngopi kepemudaan ini juga dihadiri berbagai organisasi kepemudaan yang ada di Kota Makassar. Mereka antara lain perwakilan HMI, PMII dan KNPI serta organisasi lainnya.

Ketua GPK Sulsel Faizal Marowa menandaskan pihaknya menghadirkan Muhammadiyah dan GP Ansor membahas politik kepemudaan sebagai bentuk keseriusan menjaga hubungan anak-anak muda dua ormas besar tersebut tetap terjaga.

“Kami mengajak Pemuda Muhammadiyah dan Ansor untuk berbicara politik karena secara Ideologi kami sama, lahir dari rahim organisasi besar,” tandas Faizal Marowa.

Share this post